Apa nasihat yang ingin Anda berikan pada diri remaja Anda?
Saya hanya akan berterima kasih kepada diriku di masa lalu. Terima kasih karena tidak berhenti untuk maju walau sering gagal.
Pertanyaan ini seakan menyambung dengan tulisan sebelumnya. Saya membahas masa gemilang atau prime saat SMA.
Awalnya saya ingin memberikan nasihat lebih banyak kepada diriku di masa remaja itu. Tapi setelah melihat lebih jelas, ternyata saya sudah cukup berhasil.
Saya sudah mampu melakukan sesuatu yang mustahil bisa dilakukan sebelumnya. Sederet prestasi yang pernah terjadi menjadi kesan yang mendalam.
Jadi saya tidak ingin menasihati diri sendiri yang sudah berjuang untuk mencapai prestasi itu. Saya hanya ingin berterima kasih karena sudah mau berjuang.
Saya bahkan sedikit merasa bersalah karena terlalu memaksakan tubuhnya yang tidak begitu kuat. Namun yang lalu biarlah berlalu, semua kerja keras sudah terbayar lunas.
Karier saya di Bogor pun tidak terlepas dari apa yang membentuk saya saat remaja lalu. Terutama soal keberanian, soal percaya diri dengan kekurangan yang dimiliki.
Saya punya banyak kekurangan yang tidak bisa dihilangkan. Hanya saja keberanian yang ada di masa remaja berhasil menutupi kekurangan tersebut, membuat keberhasilan tetap bisa diraih. (*)
