Saya kira sudah gagal untuk menulis setiap hari. Tantangan yang saya buat sendiri nyaris putus atas kecerobohan sendiri.
Malam ini saya ditugaskan untuk liputan di Polresta, sehingga pulang sudah hampir jam 11 malam. Awalnya, saya merasa gagal untuk menulis hari ini.
Saya sempat berpikir untuk menggantinya besok dengan dua tulisan sekaligus. Ternyata saya salah, masih ada satu jam sebelum hari berganti.
Karena waktu mepet, saya kehilangan konsentrasi dan ide yang sempat disusun. Akhirnya, saya memutuskan menulis kejadian “hampir gagal” ini.
Kejadian ini harus jadi pelajaran buat saya. Saya berpikir untuk menulis catatan harian lebih awal.
Jangan di ujung hari. Jangan menunda untuk menyelesaikannya sekaligus. Tulis dengan dicicil sejak pagi kalau bisa.
Ini akan saya terapkan mulai besok. Mudah-mudahan saya punya waktu lebih banyak untuk membahas yang lain. Termasuk menentukan tema yang berbeda setiap hari. (*)
Jurnal Progres 2026
1. Judul Bacaan: Saya lupa membaca hari ini
2. Kata hari ini:
* Indo: Mutasi (Perpindahan tugas), Estafet (Peralihan), Mepet (Waktu singkat).
* Inggris: Farewell (Perpisahan), Assignment (Penugasan), Procrastinate (Menunda).
3. Catatan Olahraga: Jalan kaki dari Balaikota untuk liputan di Polresta.
4. Dilihat: Bangunan yang tak ada jendela ternyata adalah sel penjara.
5. Didengar: Membedakan suara Kapolresta yang baru dan lama
6. Kilas Balik:
* Kemarin: Menulis ulasan buku Hidup Bersama Laut dan merasa rindu kampung halaman.
* Bulan Lalu: Datang ke acara di alun-alun yang dibatalkan karena hujan.
* Tahun Lalu: Saya melewati tahun baru di Banggai Laut dan pulang ke Jakarta lewat palu. Saya ke Palu lewat darat menggunakan rental setelah sekian lama tidak merasakannya.
Tren Positif
