Saat ini saya masih merintis sebuah media kecil. Media yang lahir dari keresahan saat masih mahasiswa.

Media saya tidak seperti media massa lainnya. Saya tidak mengemasnya sebagai Pers. Saya lebih memilih menjadikannya media komunitas.

Fokusnya pun bukan seperti media pada umumnya. Saya tidak memfokuskan pada kriminal, kejadian, atau peristiwa lainnya. Saya memilih menjadikannya media budaya.

Saya membawa semangat Jurnalisme Kebudayaan dalam produk-produk yang dikeluarkan. Saya ingin menjaga budaya dan sejarah yang sudah dimiliki Banggai Bersaudara.

Satu kesamaan dengan media sedaerah yaitu lingkup kerjanya. Media saya juga bekerja di Banggai Bersaudara yang terdiri dari Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut.

Lingkup kerja seperti ini semacam keniscayaan yang pasti akan dilakukan semua media di Banggai. Karena wilayah Banggai itu walau dipisahkan ke tiga kabupaten tapi semua senafas sehingga saling merasakan satu sama lain.

Media saya yang masih berumur lima tahun itu bernama: Banggai Berdikari. Saya membangunnya bukan untuk menjadi batu loncatan ke target tertentu. Namun hanya untuk bisa menjaga budaya tidak luntur.

Saat ini 2026 menjadi tantangan baru untuk media kami. Dengan pengelolaan dua orang dan minim modal, kami harus tetap beroperasi. Saya ingin menjadikan media ini menjadi media pertama yang terpikirkan bila berbicara soal budaya Banggai. (*)

Jurnal Progres 2026

Judul Bacaan: Riset kecil tentang Hyperlocal Journalism / Artikel Budaya Banggai.
Kata Pilihan:
* Indo: Keniscayaan (Kepastian), Rintisan (Awal mula), Senafas (Satu jiwa).
* Inggris: Niche (Ceruk khusus), Heritage (Warisan), Sustainable (Berkelanjutan).
   Catatan Olahraga: Lari pagi ringan keliling Lapangan Sempur (Sabtu pagi).
   Dilihat: Air yang mengalir pelan untuk mengisi ember secara konsisten
   Didengar: Bunyi ban mobil yang berjalan di jalanan yang basah usai hujan
   Kilas Balik:
* Kemarin: Menulis “Tren Positif” tentang disiplin menulis walau pulang larut malam.
* Bulan Lalu: Merancang strategi konten Banggai Berdikari untuk tahun baru (Des 2025).
* Tahun Lalu: Secara intens ke Jakarta untuk liputan. Akhirnya bisa rasakan semua moda transportasi yang ada.