Sejak awal bekerja, saya sudah mewanti-wanti diri sendiri untuk menjaga sejumlah hal, terutama performa kinerja. Namun dua tahun berlalu, performa ini rasanya tidak begitu mempesona.
Saya dididik oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) selama hampir 4 tahun. Durasi ini sama lamanya dengan masa kuliah saya. Bahkan mungkin lebih tepatnya: saya “kuliah” di Profesi, bukan di jurusan Manajemen yang seharusnya.
Bertahun-tahun ditempa di sana membuat saya merasa seperti wartawan sungguhan sejak mahasiswa. Beban kerja yang diberikan jauh lebih berat dari sekadar pers mahasiswa biasa, bahkan mungkin melebihi anak magang di perusahaan media. Hal itulah yang membentuk saya menjadi wartawan “siap jalan”, sehingga bisa diterima langsung oleh Radar Bogor.
Namun, selama dua tahun terakhir, saya merasa tidak bergairah seperti dulu. Performa saya tidak begitu besar, cenderung biasa saja. Saya mengakui itu, dan rasanya memang sudah mulai tumpul sejak setahun setelah bekerja.
Sebenarnya saya ingin mengejar ketertinggalan, namun agaknya belum bisa dilakukan dengan cepat. Jaraknya sudah cukup jauh, sehingga perlu pelan-pelan untuk mengejar ritme yang semestinya. Ini juga yang menjadi resolusi saya di tahun 2026.
Memang tidak mudah menyelesaikan resolusi yang dimulai dari niat yang belum tuntas. Saya rasa niat saya belum bulat—belum sebulat bola Jabulani yang sempurnanya sempat membuat pemain Piala Dunia 2010 geleng-geleng kepala. Namun, nampaknya belum terlambat untuk mencapainya.
Tahun 2026 baru saja memasuki tanggal 3. Apa yang diniatkan bisa dilakukan secara bertahap. Tahapan-tahapan yang dimantapkan ini akan memicu gelombang gairah baru. Kuncinya hanya satu: saya harus konsisten menjalaninya.
Mudah-mudahan Allah SWT meridai niat baik ini. Jujur, saya sendiri malu melihat kinerja yang masih di bawah standar profesi ini. Seharusnya saya bisa memberikan lebih untuk kantor. Setidaknya, untuk memuaskan hati saya sendiri yang kecewa atas performa diri.
Apalagi tahun lalu, rezeki nomplok jatuh tepat di akhir tahun. Saya berhasil menjuarai dua kompetisi berbeda, tingkat nasional dan lokal. Ini seharusnya menjadi motivasi untuk lebih baik. Masa iya juara hanya sekali? Harus jadi juara bertahan—hattrick kalau bisa. Hehehe. Amin-kan, ya! (*)
*Kota Bogor, 3 Januari 2026
Gaya Hidup, Jurnalisme, Pengalaman
Menjaga Gairah
