Apa yang membuat Anda merasa gugup?

Sesuai judul dan pertanyaan yang diajukan, demam panggung menjadi hal yang saya gugupi hingga saat ini.

Padahal secara rekam jejak saya sudah sering berbicara dan memimpin tim. Tapi apa daya tangan dan kaki masih sering gemetar saat berbicara.

Tak hanya di panggung, bahkan hanya sekedar bertegur sapa dengan orang baru saja saya masih sering gugup.

Saya tidak tahu persis mengapa hal ini terjadi. Namun satu yang pasti ini cukup sering terjadi dan sulit dihilangkan.

Saya selalu berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. Bagi saya, orang seperti saya dengan rekam jejak dan pekerjaan saat ini. Tidak sepatutnya takut atau gugup saat berbicara.

Saya sudah memimpin tim sejak SMA. Saat itu saya menjadi ketua Pramuka selama 2 tahun berturut-turut. Di situ pula saya belajar untuk berbicara di depan umum.

Lompat ke bangku kuliah, saya juga menjadi ketua organisasi pers mahasiswa. Sekali lagi saya sering berbicara ke orang-orang bahkan dalam waktu yang lebih panjang dan intens. Sebab menjadi wartawan, berbicara ke orang-orang sudah menjadi bagian dari keseharian.

Selama menjadi pers mahasiswa saya banyak berbicara dengan orang lain sehingga rasa gugup saya bisa ditekan. Iya, hanya ditekan bukan dihilangkan. Gugup yang dirasakan belum bisa dihilangkan sepenuhnya.

Begitupun saat sudah bekerja saat ini. Berkecimpung di dunia yang sama: wartawan. Membuat berbicara dengan orang adalah keseharian. Namun gugup tetap saja membayangi bahkan menghantui dan membuat pikiran blank.

Saya masih sering dibuat kikuk untuk melakukan wawancara dengan orang lain. Padahal ini sudah saya lakukan beberapa tahun belakangan.

Namun biasanya saya hanya akan gugup saat akan memulai pembicaraan namun saat sudah masuk dalam pembicaraan, sudah bisa beradaptasi.

Gugup yang berkepanjangan hingga saat ini tentu menjadi PR yang harus dihilangkan. Bagi saya ini mengganggu, saya harus menghilangkannya.

Bagaimanapun gemetar saat akan berbicara membuat semua yang sudah dipersiapkan di pikiran menjadi hilang. Dan itu sangat menjengkelkan!

*Fikri Rahmat Utama – Kota Bogor