Jauh hari sebelum ke Jogja (eh bukan jauh hari sih tapi jauh tahun, iya jauh tahun) jauh tahun sebelum saya ke Jogja saya selalu dibayang-bayangi lagu sesuatu di Jogja.
Saya bertanya-tanya sebenarnya sesuatu itu apa, kok setiap mendengar kata Jogja maka akan ikut juga kata sesuatu di belakangnya.
Lagu ‘Sesuatu di Jogja’ juga tidak menjelaskan secara rinci sesuatu itu seperti apa. Saya jadi berpikir keras sendiri untuk mencari jawabannya. Karena tak kunjung mendapat jawaban, saya akhirnya terbang ke lokasi untuk mencari jawaban.
Sesampainya di Jogja ternyata tidak jauh beda dengan Makassar, kota yang saya tinggali sekarang (yah 11 banding 120 lah). Macet di Makassar, macet juga di Jogja. Ramai di Makassar, ramai juga di Jogja. Tidak ada yang istimewa saya pikir dengan keadaan sekitarnya.
Waktu ke Malioboro juga tidak terlalu woah ibarat goyangan Chika, karena Malioboro itu sudah sering saya lihat di tv ataupun media sosial, jadi pas lihat langsung tidak berbeda jauh.
Jelajah-jelajah kota Jogja dengan motor juga tidak terasa sesuatunya. Mirip seperti bawa motor di kampung, jalannya di aspal bukan di atas gedung, motor isinya bensin bukan avtur. Yah miriplah dengan di tempat lain.
Ke candi Prambanan dan beberapa objek wisata lain juga sama rasanya, tidak ada yang spesial ataupun sesuatu. Saya bahkan sempat berpikir, apakah waktunya saya kurang di Jogja sampai-sampai tidak ada sesuatu yang saya rasakan.
Tapi ternyata… Nanti pas perjalanan ke bandara untuk balik ke Makassar. Baru terasa sesuatunya, perasaan seperti tidak mau pergi.
Rasa ingin menetap kuat sekali, riuh-riuh suasana tiba-tiba terdengar di telinga. Jogja seakan berbisik ‘tinggalah sebentar’ ini sesuatu yang aneh. Apakah ini yang dimaksud ‘sesuatu’ di lagu tadi.
Kok seakan berat langkah untuk meninggalkan tempat ini. Tempat yang asing bagi saya tapi seakan seperti kampung halaman. Padahal saya baru empat hari di kota ini. Kota ini punya daya pemikat yang sangat kuat.
Catatan: Tulisan ini murni terbit dan diproduksi oleh otak saya. Tanpa intervensi siapapun termasuk hati…
*Fikri Rahmat Utama
