Dua hari lalu saat bangun pagi, eh siang maksudnya, saya cukup terkejut dengan banyaknya notifikasi di HP. Notifikasinya kebanyakan dari Twitter dan website-website berita, namun saya awalnya mengabaikan semua itu lalu memilih menjelajah Instagram dibandingkan hal tadi.
Di Instagram baru saya mulai ngeh dengan notifikasi tadi, isi beranda semua adalah foto dan video tiktok dari salah satu artis yang cukup dikenal karena Ia dan anaknya sering jadi bahan kegaguman orang karena kekompakkannya. Saya mulai merasa ada sesuatu, insting pria saya sebenarnya menjadi notifikasi terkuat dari sekian notifikasi yang ada.
Langkah tangan pun saya arahkan ke aplikasi bergambar burung biru. Yah apalagi kalau bukan Twitter tempatnya semua hal viral bermula, sebagai penduduk lama twitter maka menu pencarian jadi arah pertama yang dituju, disitu sudah terpampang tranding saat itu yang semuanya tertuju ke artis yang saya sebutkan di atas. Lanjut mencari-cari ternyata dugaanku benar yang tranding adalah kasus skandal video yang menjadi bahan bicara semua orang, saya sempat mendapat videonya dan cukup mengagetkan memang.
Berselang beberapa jam kemudian berganti lagi kolom tranding, pilpres Amerika Serikat menjadi kokoh diperingkat pertama. Joe Biden capres dari partai demokrat diprediksi akan menjadi pemenang setelah suaranya hampir mendekati batas pemenang electoral vote yaitu 270, Ia hampir mendekati itu dan belakangan Ia berhasil lewati hingga mencapai 289 electoral vote.
Kedua hal di atas menimbulkan tanda tanya besar dibenak saya, dan mungkin juga dibenak kalian. Kok bisa tersebar dan diketahui secara cepat? Kok bisa video yang belum diketahui kebenarannya tapi sudah jadi kebenaran disebagian orang? Kok bisa pemilu AS yang diikuti ratusan juta orang diketahui pemenang hanya hitungan hari? Beda dengan Indonesia yang hasil pemilunya diketahui berminggu-minggu kemudian. Apakah era kelimpahan yang saat ini kita alami menjadi penyebabnya?
Sebelum lanjut apa itu era kelimpahan? Saya akan jelaskan seperti begini Buku, pion, hingga uang digital ini belipat ganda dengan mudah terlebih ketika sering digunakan. Data dengan mudahnya berhamburan dan menjadi berlimpah. Kelangkaan mulai diperangi. Selera manusia terbaca, dan keinginan pemenuhan selera tersebut nyatanya sudah dapat digandakan. Setelah semua ini terjadi maka kita akan sampai di era era kelimpahan (abundance era)
Era kelimpahan jangan disamakan dengan era disrupsi. Pada era disrupsi, banyak kemapanan dan perusahaan besar yang jatuh berguguran karena terdisrupsi. Parahnya lagi era disrupsi dianggap sebagai era yang sangat mencekam sehingga semakin mengerdilkan pemikiran manusia untuk berkreasi.
Peter Diamandis juga mengingatkan agar pikiran kita tidak terpengaruh oleh pemberitaan media massa yang sifatnya merusak. Ketika memberitakan tentang hal-hal yang buruk, pemberitaan di media massa mengelola salah satu lokus temporalis pada otak kita yang disebut amydigala.
Bagian ini merupakan bagian yang mendeteksi ancaman atau bahaya sejak dini pada manusia. Media tahu betul bahwa otak manusia memiliki batas penyimpanan dalam menerima informasi sehingga media memiliki cara agar pemberitaanya dapat diingat oleh pemirsa ataupun pembacanya.
Dari penjelasan saya di atas maka kurang lebih saya akan mengambil kesimpulan era kelimpahan saya rasa memang adalah salah satu penyebab segala hal yang bukan bagian pokok kehidupan, tapi malah jadi pokok. Seperti lebih banyak di depan HP untuk media sosial mulai dari IG, Twitter, FB, WA, hingga Tiktok jadi hal pokok yang kita lakukan. Era kelimpahan sendiri adalah era yang merupakan salah satu era menuju era tak terbatas dan melampauinya.
Mungkin terkesan aneh tapi memang begitu, nanti ada era yang semuanya tak terbatas, segala hal bisa didapatkan dan melampaui era-era sebelumnya. Entah apa namanya era itu yang pasti itu akan ada nantinya.
Era kelimpahan jadi salah satu era sebelum era tadi, di era kelimpahan ini segala hal kita bisa dapatkan dengan mudah. Tidak ada lagi istilah kekuarangan, walaupun di Afrika yang disering dikatakan segala hal langka namun dengan era ini semuanya berangsur melimpah walaupun dengan harga yang tinggi.
Selain bahan-bahan nyata seperti makanan ataupun pakaian melimpah, informasi yang sangat banyak juga jadi tanda era ini. Sekarang semua informasi kita bisa dapatkan bahkan informasi pribadi itu sudah tidak lagi pribadi karena tanpa sadar kita telah memberikan semua itu.
Kita telah berkontribusi di era ini dengan memberikan informasi pribadi lewat media sosial. Apa akibatnya? Bisa buruk bisa tidak. Kalau baiknya, informasi kita bisa memudahkan teman kita untuk lebih mengenal kita, info untuk melamar kerja bisa kita akses dengan mudah dan hal lainnya yang saya rasa kalian semua sudah tahu. Kalau buruknya? Kalian pasti banyak yang belum tahu kalau video skandal bisa juga terjadi kepada kalian, informasi yang kalian miliki bisa diakses mulai dari foto, video dan berkas-berkas pribadi itu semua bisa digunakan.
Foto kalian bisa diedit dan dikasih masuk ke video skandal yang kalian tidak pernah lakukan. Dan tadah kalian akan mendapat satu video skandal yang kalian tidak perbuat namun ada hasilnya. Media bisa menfaatkan data pribadi untuk keuntungan semata dan ini yang seringkali menjadi mompk menakutkan bagi sebagian orang.
Itu hanya sebagian kecil, masih banyak hal lain yang bisa menjadi bumerang bagi orang yang tidak mampu mengendalikan diri di era kelimpahan ini. Semua kejadian yang terjadi kini bisa diketahui secara cepat. Alasannya sederhana karena alat bisa membuatnya menjadi cepat perhitungan suara, mengedit video, membuat sesuatu kini di era kelimpahan sangat mudah maka banyak kekacauan yang terjadi karena era kelimpahan tidak bisa dikendalikan orang-orang.
Sumber kekacauan yang dilihat saat ini adalah dampak buruk dari era kelimpahan. Semua menjadi lebih mudah sehinga mengadu domba pun tinggal sekali ketik bisa dilakukan. Kalian ingin viral tinggal buat video tidak jelas langsung viral. Itu semua merupakan hasil dari era kelimpahan.
Maka sebaiknya bijaklah bermedia sosial jangan sampai larut dalam euforia kelimpahan. Informasi kini bisa diakses dimanapun tapi tidak berarti kita menjadi tidak waspada dan melakukan hal ceroboh. Karena justru akses yang mudah didapat menjadi pintu untuk orang mencuri data pribadi orang lain maka jangan sampai anda menjadi salah satu korban dari pencurian data dan informasi di era kelimpahan ini.
Sebaiknya manfaatkan baik-baik informasi yang kalian miliki. Jangan menyebarkan informasi pribadi yang seharusnya tidak dimiliki oleh orang lain. Karena bila menggunakan semua informasi dengan baik maka saya yakin kamu menjadi salah satu kader terbaik di era ini. Kader yang akan membangun bangsa kedepannya.
Semua aplikasi yang kamu gunakan seperti media sosial, ojek online, tiket online, dan aplikasi online lainnya adalah produk era kelimpahan yang digunakan dengan bijak oleh manusia. Maka agar era kelimpahan bisa menguntungkan kita harus memanfaatkannya dengan baik untuk membangun diri dan masa depan.
*Fikri Rahmat Utama
