Beberapa menit yang lalu listrik di rumah saya seketika padam. Saya mengira rumah kecil ini kehabisan token listrik, tapi ternyata setelah dalam senyap saya mendengar toa masjid juga berhenti melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an disitu saya sadar ternyata seluruh komplek juga ikut mati.

Akhirnya selama beberapa menit saya harus berada di bawah kegelapan yang cukup pekat. Hal ini dikarenakan kamar saya memiliki ruangan yang padat tanpa fentilasi sehingga akan sangat gelap kalau kurang cahayanya. Minggu (17/5/2020).

Ini sudah kesekian kalinya listrik padam di kota Banggai. Entah apa sebabnya yang pasti saat ini juga sedang diberlakukan pemadaman listrik bergilir tapi biasanya Magrib menjelang malam pemadamannya. Jadi cukup membingungkan saya dengan padamnya listrik ini. Tapi yang namanya peristiwa ada baiknya ada buruknya.

Untuk peristiwa kali ini saya rasa lebih mendapatkan sisi baiknya. Sisi baiknya itu, saya bisa merenung dan bertemu kembali dengan kekasih lama yang sering menginsipirasi saya untuk berbuat sesuatu. Siapa kekasih itu ? Kekasih itu adalah senyap. Iya senyap, mengapa senyap bisa saya sebut kekasih karena ia mengajarkan banyak hal kepada saya.

Sedari kecil saya adalah orang yang takut akan kegelapan. Apalagi kalau sudah gelap senyap pula, itu sangat menakutkan bagi saya. Bukan tanpa sebab saya takut dengan senyap tapi karena senyap menurut saya mengandung banyak arti. Arti ini biasanya berhubungan dengan hal-hal yang mencekam dan menegangkan suasana.

Pernah dengar pepatah “Arti tenang jangan disangka tiada buaya” Pepatah ini mengisyaratkan bahwa suasana tenang atau senyap ini lebih berbahaya dibandingkan suasana ramai. Bisa saja ada orang tiba-tiba muncul untuk melukai kamu disaat sedang senyap.

Ini yang tertanam di benak saya sedari kecil. Lambat laun dengan perkembangan zaman saya mulai dituntut untuk merubah pandangan itu. Saya diberikan pemahaman bahwa senyap itu juga berarti baik. Senyap ternyata berbagai macam jenisnya tidak hanya gelap tapi dalam keadaan terangpun juga bisa senyap.

Dari sini mulai saya paham tentang apa yang dimaksud senyap. Ternyata senyap berdampak baik juga terhadap jalannya aktivitas. Seringkali kita harus berada ditempat yang senyap untuk bisa menyelesaikan pekerjaan. Atau kita juga bisa menenangkan diri dan mendapatkan inspirasi dari keadaan senyap. Senyap punya peran penting untuk mengendalikan pikiran dan perasaan. Itu sebabnya mengapa olahraga yoga paling nyaman dilakukan saat senyap. Beribadah pun ternyata saat senyap adalah waktu yang tepat.

Banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dari senyap ini menjadi contoh bahwa hal yang sepele ternyata mempunyai manfaat yang besar. Senyap juga dijadikan tanda kebesaran Tuhan. Mengapa demikian, karena salah satu bulan suci bagi umat Islam memiliki peristiwa yang sakral dan ternyata peristiwa itu tandai dengan senyap.

Peristiwa itu adalah malam Lailatul Qadar. Malam ini sangat dinantikan oleh para umat muslim di seluruh dunia. Karena malam ini amalan seorang muslim akan dilipatgandakan bila mampu memberikan ibadah terbaiknya saat malam itu terjadi. Malam ini sering ditandai dengan keadaan yang tenang dan tidak seperti biasanya malam atau siangnya seringkali didapati dalam keadaan senyap.

Inilah alasan mengapa saya sering menyebut senyap adalah kekasih. Karena ternyata senyap itu memiliki makna yang sangat dalam. Kita akan mendapatkan inspirasi dan spiritual yang tinggi saat menyatu dengan senyap. Dari senyap juga kita belajar bahwa hal sepele bisa menjadi sangat berarti bila direnungkan.

*Fikri Rahmat Utama