Ferdian Paleka, akhir-akhir ini banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di media sosial, pembicaraan tentang dia juga sampai ditelinga ibu-ibu kompleks yang tetap saja bergosip walau social distancing dan phisycal distancing sedang diberlakukan (emang aneh ini ibu-ibu negeri +62).

Telusuk punya telusuk ternyata ia adalah seorang “YouTubers” yang lagi kena kasus, ngeprank anak-anak dan waria di Bandung Jawa Barat dengan memberikan bingkisan yang berisi sampah. Bayangin coba elu lagi susah-susahnya karena corona buat lesu penghasilan tiba-tiba ada orang ngakunya YouTubers ngasih bingkisan sampah.

Prank ini pun berhasil membuat netizen-netizen ke triged. Alhasil ia ramai-ramai di maki-maki dan di bully oleh netizen. Artis dan pejabat negara pun ikut mengomentari tentang dia. Akhirnya iapun dilaporkan oleh warga yang resah oleh kelakuannya.

Melihat respon netizen yang ramai-ramai mengecam keras tindakannya. Akhirnya ia melalui akun Instagramnya membalas respon tersebut. Ia bahkan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, eeeh tapi tunggu dulu yang namanya Dajjal kecil yah tetap saja jahat. Diakhir videonya dia malah mengatakan “tapi boong”, ternyata permintaan maaf nya juga hanya prank semata.

Emosi netizen pun terpancing lagi. Akhirnya beberapa orang datang gerebek rumah dia. Namun nihil, ternyata ia sudah lari sebelum berperang.

Beberapa hari kemudian salah satu temannya yang ikut juga dalam konten prank nya pun tertangkap. Ia tertangkap sendirian tidak ada bersamanya Ferdian. Sekali lagi ferdian lolos dari polisi dan netizen pun belum bisa bernafas lega.

Dramanya tidak sampai disitu. Setelah berita tentang temannya ketangkap beredar luas. Ia pun dengan gagah berani kembali mengeluarkan pernyataan. Dalam stori yang ia bagikan, ia mengatakan akan menyerahkan diri kalau Instagram barunya (yang lama udah hilang karena direport oleh netizen) telah mencapai 30rb pengikut atau followers.

Ini Dajjal kecil kembali memainkan emosi penonton. Sontak warga pun mendesak agar polisi segera menangkap dan menahan ferdian.

Polisi terus mencoba mencari tahu tentang informasi keberadaan Ferdian. Dari mulai datang kerumahnya beberapa kali, menyelusuri jejak-jejak keberadaannya lewat HP, dan bekerja sama dengan polisi di daerah-daerah yang dicurigai menjadi tempat bersembunyi.

Pucuk dicinta bulan pun tiba. Pelarian Ferdian terhenti di tol Tangerang-Merak. Ia bersama paman dan ayahnya sedang mencoba lari dari kejaran polisi. Ia pun tertangkap dan dibawah ke kantor polisi.
Video dan foto saat penangkapannya dan saat di kantor polisi langsung jadi trending topik di media sosial.

Semua ramai-ramai berbagi foto dan videonya, beranda Instagram, Facebook, dan Twitter pun penuh dengan foto dan videonya. Ia pun benar-benar tenar sesaat di seluruh Indonesia.

Saking terkenalnya banyak netizen-netizen yang menganggapnya sebagai artis baru……………tapi boong, hiyah-hiyah !

*Fikri Rahmat Utama