Tulisan ini saya buat agar mata kuliah yang saya pelajari sebelumnya bisa diingat kembali karena saya sendiri malas dalam mencatat setiap pelajaran yang didapat. Sehingga saya lebih memilih untuk menuliskannya dalam blog ini selain karena blog ini mudah diakses tapi juga agar tulisan ini bisa bertahan lama dan tidak mudah hilang atau terhapus.
Jumat (3/4), tepat sesudah orang-orang sholat Jumat HP saya berdering. Setelah saya perhatikan ternyata notifikasi itu berasal dari google classroom, itu pertanda ada tugas atau pemberitahuan dari dosen tentang mata kuliah. Saya pun membukanya, ternyata isinya adalah tugas dan absen yang diberikan oleh dosen perilaku organisasi. Dia menyuruh untuk mahasiswa absen sekitar jam 4 sore dan diberikan tugas mandiri resume tulis tangan. Tak berselang lama, grup kelas saya mulai ramai dengan pembicaraan mengenai tugas, awalnya sunyi kini mulai ribut seperti biasanya.
Mata kuliah perilaku organisasi, ini adalah mata kuliah yang cukup menarik buat saya karena sangat membantu dalam proses berorganisasi. Saya suka sekali dengan organisasi sampai-sampai kuliah biasa terabaikan dengan organisasi. Mata kuliah ini bisa membantu saya dalam berdinamika organisasi sehingga permasalahan antara kuliah dan organisasi bisa saya atasi dengan begitu saya tidak teledor menjalani keduanya.
Saya akan membukanya dengan mengatakan kepemimpinan kini menjadi masalah. Kenapa demikian, karena setiap orang mencoba membuat dirinya menjadi pemimpin namun ia tidak mempelajari lebih dalam apa itu pemimpin. Hal hasil ia menjadi memimpin yang buruk dan tidak dipercaya oleh anggotanya. Pengertian pemimpin adalah sebuah bidang riset dan juga suatu keterampilan praktis yang mencakup kemampuan seseorang atau sebuah organisasi untuk memimpin atau membimbing orang lain, tim, atau seluruh organisasi (Wikipedia).
Hal ini berarti pemimpin adalah proses panjang dan keberlanjutan yang tidak bisa secara instan didapatkan. Namun kenyataannya sekarang banyak orang yang mencoba jalan instan untuk menjadi pemimpin ia menggunakan berbagai cara agar bisa menjadi pemimpin. Salah satu caranya yaitu melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) ini adalah hal yang membuat seseorang menjadi pemimpin gagal karena ia tidak melewati proses yang panjang untuk mencapainya.
Menciptakan pemimpin yang baik adalah hal yang mutlak diperlukan. Besarnya perannya dalam organisasi penyebabnya, setiap organisasi memerlukan pemimpin yang bisa memperkuat kerjasama, dan kerjasama ini hanya bisa diraih oleh kepemimpinan yang kuat salah satunya yaitu kepemimpinan yang ilmiah. Sebagian orang di masa sekarang adalah orang dengan pemikiran ilmiah maka kepemimpinan ilmiah sangat diperlukan untuk membentuk kerjasama yang baik dalam organisasi.
Selain itu pemimpin ilmiah itu dipandang sebagai pembawaan seseorang sebagai anugerah Tuhan. Sehingga kepemimpinan ilmiah dianggap memiliki kecakapan dan pengalaman intuisi yang tajam ditandai dengan sifat-sifat istimewa yang ia bawa saat memimpin organisasi. Ada tiga sifat yang biasanya dimiliki oleh seorang pemimpin ilmiah. Sifat-sifat istimewa tersebut yaitu kepemimpinan efektif, karismatik, dan transformatif. Tiga sifat ini adalah jalan terbaik untuk menciptakan pemimpin. Apalagi dengan keadaan saat ini yang cepat sekali berubah maka diperlukan pemimpin yang bisa cepat menyesuaikan dengan keadaan.
Sifat pertama yaitu kepemimpinan efektif. Guru manajeman terkenal, Peter Drucker, mengatakan fondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata. Dari penjelasanya kepemimpinan efektif bisa dikatakan efektif apabila implementasi dari misi organisasi berjalan dengan baik dan optimal. Sehingga pemimpin perlu kemampuan untuk melihat dan merumuskan dengan baik kegiatan organisasi berdasarkan misi yang ingin dicapai.
Sifat kedua yaitu kepemimpinan karismatik. Ini merupakan sifat yang tidak dimiliki oleh semua pemimpin dikarenakan sifat karismatik biasanya dimiliki oleh pemimpin tertentu dan menjadi pembda antara ia dan pemimpin lain. Pemimpin tipe ini bisa dikenali dengan kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain. Sifat ketiga adalah transformatif. Sifat ini adalah sifat yang wajib dipertimbangkan oleh setiap organisasi bila memilih pemimpin. Hal ini dikarenakan mereka yang memiliki kepemimpinan transformatif berkemampuan untuk mengubah dan mentransformasikan organisasi agar organisasi tersebut bisa meningkatkan kualitas dari anggotanya.
Ketiga sifat ini amat penting untuk meningkatkan kualitas kebijakan organisasi dalam menyikapi dinamika. Adanya dinamika atau perubahan organisasi yang bersifat terus menerus membuat organisasi harus melakukan penyesuaian dengan keadaan. Perubahan organisasi juga menandakan adanya perpindahan keadaan organisasi dari masa sekarang menuju ke masa depan. Dengan adanya perubahan organisasi juga organisasi bisa memperbaiki penggunaan sumberdaya untuk meningkatkan kemampuan organisasi.
Selanjutnya saya akan menjelaskan beberapa perubahan organisasi dan peran kepemimpinan yang ilmiah dalam menghadapi perubahan tersebut.
Ada beberapa penyebab perubahan organisasi yang pertama adalah faktor internal. Faktor internal ini adalah salah satu penyebab besar dari perubahan organisasi. Secara umum perubahan faktor internal ini berarti perubahan organisasi yang berasal dari dalam organisasi tersebut, biasanya kemampuan pemimpin menjadi kunci dati perubahan ini. Peran pemimpin sangat besar untuk mengawasi dan mengendalikan perubahan organisasi dengan menerapkan tiga sifat tadi maka bisa dipastikan perubahan organisasi bisa dikendalikan oleh pemimpin organisasi dengan baik.
Kedua adalah faktor eksternal, faktor ini bisa dihadapi bila seorang pemimpin mampu membangun kerjasama yang baik dalam organisasinya sehingga bila perubahan organisasi internal bisa dihadapi dengan baik maka pemimpin hanya perlu merumuskan cara apa untuk menghadapi perubahan eksternal tanpa harus melakukan penyesuaian terlebih dahulu. Selain itu pemimpin dengan pemikiran ilmiah dan memiliki salah satu dari tiga sifat diatas, pasti bisa menghadapi beberapa jenis perubahan yaitu perubahan terencana dan tidak terencana.
Perumusan perubahan terencana dan tidak terencana bisa berjalan dengan efektif dan efisien bila perubahan internal dan eksternal organisasi bisa dikelola dengan baik. Sama seperti yang saya katakan di atas, perubahan internal menjadi kunci utama untuk melangkah ke depan. Adanya pengelolaan organisasi yang baik dari kepemimpinan ilmiah maka perubahan terencana dan tidak terencana bisa diprediksi jauh-jauh hari dan dibuatkan langkah antisipasi bila terjadi perubahan tersebut.
*Fikri Rahmat Utama
