Saya baru pertama kali datang ke komunitas buku pada hari Minggu lalu. Saya datang sendiri dengan harapan bisa menambah pengalaman baru.
Sebenarnya keinginan untuk gabung ke komunitas buku khususnya Bogor Book Party ini sudah sejak lama. Namun tidak kesampaian karena Pemilu.
Pemilu memang merenggut banyak waktu saya. Bahkan diakhir pekan saya masih harus tetap meliput kegiatan pemilu.
Sungguh sesuatu yang sangat melelahkan bagi saya. Namun syukurnya Pemilu sudah lewat. Dan menuntaskan niat tertunda bisa dilanjutkan.
Saya akhirnya bisa datang ke komunitas buku yang sudah saya masuki grub WhatsApp nya sejak tahun lalu. Saya kesampaian bergabung di akhir Februari.
Namun tidak masalah, saya tetap berusaha untuk membaur. Awalnya cukup kagok dengan orang yang datang. Apalagi saat itu datang Kang Bima Walikota Bogor sehingga kita semua berfokus ke Ia jadi ketahuan kalau ada yang lain datang.
Untungnya semua berjalan lancar kemudian masuk ke sesi baca. Saya pikir awalnya dibiarkan kita untuk membaca dulu selama beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan review tapi ternyata saya salah.

Saat saya datang sudah masuk ke tahap review. Entah karena sebelumnya sudah masuk ke tahap membaca atau belum. Namun saya langsung diminta review bacaan.
Saya awalnya cukup sulit untuk berbicara lancar karena saya tiba-tiba diminta untuk review buku. Saya menjadi tidak mempersiapkan apa yang ingin direview.
Saat review saya hanya bicara tanpa memikirkan apakah hal itu benar dan sesuai dengan yang ada di buku. Namun saya rasa sama saja karena saya sudah membaca hampir habis buku itu: Muslim Tanpa Mitos.
Setelah membaca teman kelompok kami disuruh menanggapi. Jadi kami dibagi dalam beberapa kelompok kecil saat mereview buku ini.
Teman-teman lain pun menanggapinya, sekali lagi saya gagap menanggapi kembali karena kebingungan apa yang harus difokuskan di buku itu. Tapi semua berlalu begitu saja dengan baik.
Review kemudian terus dilakukan bergantian. Suasana yang awalnya tegang kemudian mencair. Kami dalam kelompok itu saling sahut-sahutan menanggapi buku yang dibaca.
Saya mulai bisa lepas dan cerewet menanggapi mereka. Senang karena keterbukaan mereka membuat kita nyaman dalam bercerita.
Tak ada baper dalam perdebatan atau saling menanggapi. Mungkin karena baru kenal atau memang kami semua saling menerima dan menghargai pendapat.
Setelah selesai dijeda dengan sholat. Lalu dilanjut dengan games bersama atau ice breaking. Seru dan bikin ketawa bersama. Terakhir kita foto sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Pengalaman ini cukup berkesan bagi saya. Komunitas buku ternyata memang cocok dengan saya. Walaupun saat review saya tidak menyebutkan nama namun saya bisa dengan mudah akrab dengan yang lain.
Minggu depan akan ada lagi kegiatan serupa. Bahkan lebih hebat lagi karena Book Party-nya di Kebun Raya Bogor. Ini kesempatan bagi saya karena selama datang ke Bogor belum pernah masuk ke kebun raya.
Memang rezeki bisa datang dari mana saja. Saya sebenarnya tidak berharap bisa masuk ke kebun raya lewat komunitas ini dan secepat ini. Namun ternyata jalan takdir yang baik saya bisa peroleh, syukurlah.*
*Fikri Rahmat Utama – Kota Bogor
