Seberapa sering Anda mengatakan “tidak” pada hal-hal yang dapat menghambat Anda meraih impian?

Sebenarnya yang paling menakutkan dalam hidup kita bukan melihat hantu atau semacamnya.

Karena dalam kenyataannya, sebagian kita lebih takut terhadap manusia.

Manusia yang seharusnya jadi hal yang menyenangkan malah jadi momok menakutkan bagi sebagian orang.

Mengapa demikian? Hal ini karena kita seringkali kehilangan hal paling berharga karena kalah dan tunduk pada kemauan manusia.

Tak kesah itu tentang masa depan, tentang barang kesayangan atau apapun itu. Kita rela kehilangan semua itu demi mengikuti maunya manusia.

Kejam bukan? Yah begitulah realita kehidupan.

Kembali ke pertanyaan di atas, saya sendiri sebenarnya adalah bagian dari manusia yang suka tunduk oleh permintaan orang lain.

Saya tidak bisa menghitung berapa banyak impian atau mimpi yang harus saya kubur karena tidak mengatakan “tidak” terhadap kemauan orang lain yang menghambat impian tersebut.

Tidak perlu jauh-jauh bicara impian, kehidupan sehari-hari saja saya lebih mengikuti maunya orang lain dibanding mengikuti kemauan sendiri.

Hasilnya? Kehidupan saya malah terhambat dan mandek karena hal tersebut. Mirisnya aku ini.

Padahal saya sadar impian dan cita-cita akan terhambat kalau terus-terusan bergantung pada pendapat dan pandangan orang lain.

Seharusnya kata “tidak” harus lebih sering dikeluarkan agar segalanya tidak berjalan seperti apa kata orang, tapi harus berjalan seperti apa kata saya.

Perubahan mungkin harus dilakukan, ketergantungan terhadap pendapat orang lain harus dihilangkan, disisihkan jauh-jauh.

Mimpi dan impian tidak akan terwujud kalau tergantung terhadap orang lain.

Tipu daya manusia sesungguhnya lebih hebat dari tipu daya setan.

Yah seperti itulah kata-kata di mimpi indahku di siang bolong disaat kelaparan melanda akibat puasa yang berkepanjangan.

Tapi kata-kata mutiara di atas itu hanya motivasi dan impian masa depan. Masa kini? Kita nikmati saja dulu hidup … Hahah