Abdurahman Wahid atau biasa dikenal sebagai Gus Dur memang seseorang yang sangat dikagumi oleh orang-orang, tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Hal ini bukan hanya disebabkan Gus Dur merupakan presiden keempat Indonesia tapi jauh sebelum itu Gus Dur sudah dikenal karena pernah menjadi mahasiswa luar negeri asal Indonesia.
Tercatat Ia menempuh studinya di Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Ini pula yang membuka cakrawala berpikir Gus Dur dan membuatnya menjadi dipolmat ulung.
Kepandaian Gus Dur dalam hal diplomasi memang tidak bisa diremehkan karena dia mampu membuat mata dunia seketika tertuju ke Indonesia akibat diplomasi yang Ia lakukan.
Gus Dur menggunakan diplomasi kemanusiaan dengan membawa nilai toleransi, keberagaman, tradisi, dan agama. Hal ini membuatnya berbeda dengan diplomat lain Ia mampu menamkan nilai-nilai toleransi yang selama ini menjadi masalah di dunia.
Saat Ia menjabat sebagai presiden ke-empat, Ia keliling dunia 80 kali dalam 20 bulan atau empat kali dalam sebulan. Hal ini menjadi pertanyaan, mengapa di tengah krisis identitas yang dialami bangsa Ia malah keliling dunia setiap bulannya.
Gus Dur dengan sangat meyakinkan pun menjawab bahwa alasannya keliling dunia adalah tidak lain untuk menjaga integritas wilayah Indonesia di tengah gencarnya gerakan separatis.
Gus Dur melihat banyaknya gerakan separatis ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi tanda bahaya bagi intergritas bangsa di mata dunia, sehingga perlu baginya untuk keliling dan meyakinkan dunia untuk tetap percaya bahwa Indonesia mampu menjaga integritasnya.
Bahkan Gus Dur mengatakan dirinya tak memiliki tujuan lain selain menjaga integritas wilayah NKRI. Hal ini pula yang akhirnya terbukti dikemudian hari, Ia yang mampu menegahkan politik luar negeri yang bebas aktif membuat Indonesia tak diragukan kemampuannya.
Selain itu menjembatani tradisi dan kemajuan, Indonesia kini menjadi contoh bagi dunia tentang negara yang merawat Islam, modernitas, dan demokrasi agar tumbuh bersama.
Ini bukti bahwa nilai-nilai diplomasi Gus Dur sebanding dengan keliling dunia yang dilakukannya. Membuat kita semakin kagum dengan keterampilannya dalam menegakkan kedaulatan negara.
Tak hanya itu beragam isu diplomasi yang hangat diperbincangkan, Ia selalu bisa mencari solusi terhadap isu tersebut.
Salah satunya isu perbaikan hubungan diplomasi antara Indonesia dan Israel yang senter terdengar di saat Ia menjabat sebagai presiden. Indonesia saat itu ingin memperbaiki hubungan dengan Israel. Namun akibat mendapat penolakan dari Masyarakat, Gus Dur akhirnya membatalkan rencana tersebut.
Padahal bisa saja Ia menerimanya apalagi perbaikan tersebut dianggap sebagai jalan terbaik agar pengaruh Indonesia di dunia bisa semakin kuat. Namun Gus Dur tak seperti itu, Ia mendengarkan suara masyarakat sehingga dengan berbagai pertimbangan Gus Dur membatalkan perbaikan tersebut dan harus kehilangan banyak keuntungan.
Tak hanya di luar negeri namun di dalam negeri juga Gus Dur memiliki sikap diplomasi yang sangat kuat. Contohnya saat gerakan separatism menggelora di Papua, Ia turun dan meyakinkan rakyat Papua untuk tidak takut akan gerakan tersebut.
Bahkan mengizinkan bendera bintang kejorang yang merupakan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk dikibarkan, Gus Dur mengizinkan pengibaran ini dengan syarat bendera tersebut tidak boleh lebih tinggi dibanding bendera merah putih.
Ini seakan menjadi tanda bahwa penyelesaian masalah yang terjadi tak melulu hanya lewat jalur militer namun bisa juga lewat jalur diplomasi yang Gus Dur contohkan.
Kemampuan Gus Dur dalam hal diplomasi ini lah menjadikannya panutan berbagai negara bahkan Universitas Al Azhar memasukkannya dalam salah satu alumni hebat padahal Ia tidak menyelesaikan studinya di universitas tersebut.
Cerita-cerita yang kita dengar antara dirinya dan presiden-presiden dunia menjadi catatan bahwa nama Indonesia mampu diharumkan oleh Gus Dur.
Dari beragam cerita di atas membuat kita bisa membayangkan seorang yang diremehkan oleh sebagian pihak namun mampu membuktikan kebijakannya mampu mengangkat derajat martabat bangsa.
Gus Dur seorang presiden dan diplomat ulung, kemampuannya kini menjadi hadiah bagi bangsa Indonesia yang tak lagi dipandang sebelah mata oleh negara-negara di dunia.
*Fikri Rahmat Utama
