Penelitian atau research adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Maksud dari cara ilmiah yaitu sebuah penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris dan sistematis.
Rasional yang dimaksud yaitu penelitian harus dilakukan dengan upaya yang masuk akal dan dapat diterima oleh orang-orang.
Lalu empiris berarti penelitian harus berdasarkan fakta dan memiliki sumber-sumber yang terpercaya. Sedangkan Sistematis ialah penelitian harus dilakukan secara terstruktur sesuai dengan langkah/prosedur supaya dapat menjelaskan sebab-akibat dari objek yang diteliti.
Menurut Woody, ia mendeskripsikan penelitian sebagai metode untuk menemukan suatu ide atau pikiran yang kritis. Penelitian ini meliputi penginputan definisi dan redefinisi terhadap masalah, membuat rumus hipotesis atau membuat uji coba yang sangat teliti mengenai kesimpulan yang ditetapkan dalam menentukan apakah kesimpulan tersebut sudah sesuai dengan hipotesis.
Sedangkan bagi Parson penelitian merupakan suatu pencarian atas segala sesuatu yang dilakukan secara sistematis. Dengan penekanan bahwa pencarian tersebut dilakukan pada isu atau masalah-masalah yang dapat dipecahkan dan ditemukan solusi terbaik melalui penelitian.
Ciri-Ciri Penelitian
Ada beberapa ciri-ciri dari penelitian yang pertama bersifat ilmiah, artinya sebuah penelitian harus mengikuti prosedur serta selalu menggunakan bukti yang meyakinkan dalam bentuk fakta yang diperoleh secara objektif. Penelitian, proses yang berjalan dilakukan terus menerus dan berkesinambungan karena hasil dari penelitian bisa selalu disempurnakan.
Kedua konstribusi, penelitian harus memiliki kontribusi (nilai tambah) sehingga ada hal baru yang bisa ditambahkan dalam sebuah penelitian. Serta ketiga yaitu Analitis, artinya penelitian yang dikerjakan harus dibuktikan dan diuraikan dengan menggunakan metode ilmiah dan harus ada sebab akibat diantara variabelnya.
Fungsi Penelitian. Ada beberapa fungsi yang ada disebuah penelitian seperti:
a. Mendeskripsikan, serta memberikan data atau informasi.
b. Menjelaskan latarbelakang tentang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena.
c. Menyusun sebuah teori.
d. Meramalkan, mengestimasi, dan memproyeksikan suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan dengan data-data yang sudah dikumpulkan.
e. Mengendalikan peristiwa maupun gejala-gejala yang sedang terjadi.
Tujuan Penelitian. Berikut ini adalah tujuan dari dilakukannya sebuah penelitian:
1. Tujuan Eksploratif
Maksudnya yaitu penelitian dilakukan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum pernah ditemukan/ada sebelumnya. Seperti misalnya, penemuan ekstrak kulit manggis yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan kulit.
2. Tujuan Verifikatif
Maksudnya penelitian harus bisa membuktikan atau menguji kembali kebenaran suatu ilmu pengetahuan yang ada sebelumnya. Misalnya seperti membuktikan manfaat ekstrak
3. Tujuan Pengembangan
Maksudnya yaitu penelitian harus menggali lebih dalam atau mengembangkan suatu penelitian atau pengetahuan yang telah ada. Misalnya seperti penelitian mengenai manfaat dari ekstrak kulit kayu manis untuk mengatasi masalah diabetes.
Metode Penelitian
Metode penelitian adalah prosedur, alat, teknik, atau cara bagaimana data dalam penelitian tersebut didapatkan. Metode penelitian berfungsi untuk memudahkan para peneliti dalam menemukan data yang valid dengan cara yang sudah tersusun berdasarkan urutan yang sudah dibuat sebelumnya. Secara universal metode penelitian dibagi menjadi dua yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.
Metode kuantitatif yaitu metode penelitian yang menggunakan pertanyaan atau lembar quisioner yang dibagikan kepada variabel. Dalam penelitian kuantitatif, variabel harus lebih dari 1 karena hasil merupakan voting atau kumpulan pendapat dominan mengenai sesuatu isu yang ingin diteliti. Data yang dihasilkan dari penelitian kuantitatif tersebut berupa value yang dapat dihitung atau angka.
Metode kualitatif yaitu metode penelitian dimana peneliti terjun langsung ke dalam suatu fenomena dan mengamati dan mengkritisis secara langsung pola fenomena tersebut. bisa juga dengan melakukan sesi tanya jawab dengan seseorang atau sekumpulan orang yang ahli mengenai suatu fenomena yang akan diteliti. Penelitian kualitatif bisa menggunakan lebih 1 variabel atau lebih.
Adapun pembagian metode penelitian secara lebih spesifik berdasarkan sifat isu atau masalahnya yakni :
1. Penelitian historis yakni penelitian yang bertujuan mengamati suatu isu atau kejadian dimasa lampau dimana isu tersebut hingga kini belum terselesaikan.
2. Penelitian deskriptif yakni penelitian yang bertujuan menjelaskan secara deskripsi atau sistematis mengenai suatu isu atau fenomena yang terjadi sehingga masyarakat memahami isu atau fenomena tersebut.
3. Penelitian perkembangan dimaksudkan untuk menganalisis perkembangan suatu isu dari waktu ke waktu. Penelitian ini lebih mengedepankan perubahan dalam konteks waktu.
4. Penelitian kausal-komparatif ialah penelitian yang menganalisis terkait sebab akibat suatu isu dan membandingkan dengan isu lainnya.
5. Penelitian eksperimental sungguhan bertujuan menyelidiki sebab dan akibat suatu itu tersebut dengan melakukan kendali atau kontrol secara penuh
6. Penelitian eksperimental semu bertujuan mengkaji suatu kemungkinan akan tetapi terkendala oleh sesuatu hal sehingga kontrol atau kendali secara penuh tidak dapat dilakukan.
7. Penelitian korelasional yakni penelitian yang dilakukan untuk memahami seberapa jauh atau dekat hubungan antara faktor-faktor penyebab sebuah fenomena berdasarkan koefisien korelasi.
*Fikri Rahmat Utama
Daftar Pustaka:
https://jagad.id/pengertian-penelitian-ilmiah-pendidikan-sosial-dan-metode-penelitian/
