Sampai saat ini saya belum menyelesaikan sebuah buku berjudul Penaklukan Kebahagiaan oleh Bertrand Russell.

Saya bingung kenapa buku ini sangat susah diselesaikan padahal biasanya buku kiri pun yang notabenenya buku penguras pikiran tapi bisa saya selesaikan beberapa hari saja.

Apa iya saya harus menaklukkan kebahagiaan dulu baru bisa menyelesaikan buku ini.

Kalau iya, itu berarti saya belum bahagia dengan badan sebesar ini.

Hal di atas yang membuat saya sering termenung sendiri. Setelah jauh menyelam dan membaca buku ini (walau baru 2 bab) saya jadi sedikit paham, bahagia bukan karena kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai, bukan itu.

Saya dan mungkin orang di luar sana masih banyak yang keliru memandang arti kebahagiaan.

Merasa bahagia akibat merasa keadaan baik-baik saja ternyata merupakan bentuk ketidakbahagiaan karena kita di paksa untuk mengaminkan sesuatu yang kita tidak ketahui.

Ternyata dugaan saya betul kita hidup di atas ketidaktahuan tentang bahagia.

Makanya apapun yang kita lakukan selalu merasa kurang, KKN jauh merasa kurang, badan kurus merasa kurang, badan besar pun masih merasa kurang.

Semua kurang, pernah lihat ilustrasi yang menggambarkan manusia tidak pernah merasa puas dengan yang dimiliki. Ternyata itu bagian dari ketidakbahagiaan.

Sekarang pertanyaannya apakah kamu bahagia dengan keadaan saat ini?

*Fikri Rahmat Utama